
Ambon, Setelah di lantik menjadi Gubernur maluku menggantikan murad ismail ternyata sampai saat ini oknum oknum tim dari tim pemenang Hendrik Lewerisa dan Abdulah Fanath masi berkeliaran dan bergentayangan serta menjadi bayang bayang, mungkin untuk menakut nakuti sejumlah kepala dinas maupun kepala badan OPD terkait di lingkup provinsi maluku, atau mereka bergentayangan ke sejumlah kontraktor kantor dinas terkait dengan hanya bermodalkan saat menunjukan Foto bersama Gubernur Maluku kepada sang pimpinan OPD sekedar menjual nama gubernur maluku atau sekedar menyampaikan bahwa mereka adalah suruhan pa gubernur, atau bisa juga mereka menjual karena kedekatannya sebagai tim pemenang sehingga mereka bisa leluasa berimorofisasi seolah olah apa yang mereka sampikan adalah arahan langsung dari sang Gubernur, untuk meminta jatah sejumlah uang kepada sang kontraktor atau kepala dinas badan yang mendapatkan kontrak atau tender sebuah pekerjaan yang bersumber dari dana APBD atau biasanya, mereka yang ada di sekitar ring sang gubernur biasanya, yang di jual serta yang biasa di janjikan adalah Proyek baik itu fisik maupun yang bukan fisik, walaupun belum tentu benar adanya proyek tersebut. Hanya karena oknum oknum kucing peliharaan ini kebanyakan dari mereka memiliki indra penciuman sangat tajam hingga mampu mencium mangsa mangsa siapa saja yang bisa mereka jadikan santapan, demi memperkaya pribadi serta kelompok mereka yang sudah pasti nama Gubernur yang harus di jadikan tumbal.
Peristiwa memalukan ini, sekarang telah terjadi di Provinsi maluku, permasalahan ini di duga kuat di lakukan oleh sala satu oknum yang selama ini telah menjual nama sebagai orang kepercayaan atau orang yang paling dekat dengan gubernur provinsi maluku Hemdrik Lewerisa. Fenomena ini selalu terjadi pasca pilkada usai di sebagian kabupaten kota maupun provinsi, dan ini mungkin sudah menjadi sebuah tradisi yang sering di jalankan oleh para politisi atau para tim pemenang recehan, lebih tepatnya mereka di sebut seperti itu. Karena saat ini peristiwa yang telah menyerat nama orang nomor satu di Provinsi Maluku ini ternyata setelah di telusuri oleh tim investigasi dari media ini ke beberapa tokoh sentral di provinsi maluku maupun di jajaran tim pemenang Hendrik lewerisa ternyata oknum yang berhasil identitasnya temukan oleh tim media ini ternyata berhasil di temukan. Sebut saja oknum ini dengan inisial ( IS ),ternyata selama ini di duga kuat dalam aksinya oknum IS, ternyata telah memakai nama Orang Nomor Satu Di provinsi maluku seakan akan mengaku kepada sebagian besar pejabat di lingkup Pemorov bahwa beliau adalah orang kepercayaan dari Pa Gub Maluku. Bahkan ada juga sala satu pejabat pada sala satu dinas badan di Provinsi Maluku setelah di telusuri oleh tim media ini ternyata pejabat tersebut pun takluk kepada Oknum IS ini, hingga sampai segala sesuatu menyangkut administrasi maupun dalam hal pembayaran hak milik orang lain saja, sang pejabat bukannya berurusan dengan oknum yang seharusnya berhak penerima kegiatan tersebut, tapi akibat unsur kedekatan maka pada proses pembayaran nilai kontrak kerja saja harus melalui Oknum yang selama ini telah mengakui dan telah memakai serta menjual nama dari sang Gubernur Hendrik Lewerisa dalam hal permintaan jatah Fii Sebuah pekerjaan.
Data yang berhasil di dapatkan media ini ternyata oknum IS, saat ini di duga telah terlibat dalam sebuah dugaan kasus yang mana dalam kasus tersebut, Oknum dengan inisial IS yang merupakan bagian dari tim pemenang ini telah memakai nama Gubernur Maluku sebagai tokoh sentral untuk mengais Uang demi kepentingan Pribadinya semata. Saat ini tim Investigasi media ini sedang berusaha mencari dan memgumpulkan sejumlah bukti serta informasi dari berbagai pihak atas dugaa keterlibatan oknum IS dalam beberapa permasalahan yang jugabmenyeret nama Oranng nomor satu di Maluku saat ini. Adapun dugaan kasus yang berhasil tim media dapatkan bukti bahwa, dalam agenda yang pendanaannya di tanggung langsung oleh Pemerintah Provinsi Maluku, serta agenda ini sudah menjadi kewajiban serta sudah rutin di lakukan. Adapun agenda tersebut adalah sebuah perjalanan wisata rohani bagi para tokoh Agama, Agenda Rutin ini ternyata di pakai oleh oknum IS untuk memakai serta menjual nama Gubernur Maluku dalam permintaan sejumlah uang. Serta di duga kuat dalam kasus ini di duga ada juga keterlibatan oknum pejabat di Bagian Kesra Provinsi Maluku.
Tim media ini nantinya pada episode berikut akan mengulas lebih tajam terkait masalah ini lebih mendalam lagi atas peran apa saja yang telah di jalankan oleh oknum IS dalam dugaan kasus yang telah menyeret serta melibatkan nama ubernur Maluku Saat ini. (TIM)







