
Jakarta- Mencermati Berita Yang Dikeluarkan Oleh sala satu stasiun yaitu stasiun TVRI, serta sala satu media online. Dengan Mengatasnamakan KNPI KKT, itu sangat tidak mendasar.
Perjungan ini suda di mulai dari awal dan ketua DPD KNPI tetap berkonsisten terhadap nilai-nilai perjungan dan poin-point tuntutan.
Kalau ada Onknum KNPI yang bersuara atas nama KNPI, Kami menduga ada permainan pihak Impex dengan sengaja menghancurkan internal kita. Diduga juga oknum itu bersama Altar ada meninta bantuan dari Pihak Impex, untuk nilai balas budi mereka menghancurkan internal KNPI dari dalam.
“Saya Memahami baik cara main mereka namun saja mereka tidak memakai cara yang manusiawi sehingga sengaja mencederai semangat perjungan tentang rasa kemanusiaan”.
Dari hasil confirmasi kami dengan saudara Obet Ratutuanik yang nota banenya sebagai anggota KNPI menjelaskan kehadiran dalam conferensi Pers rersebut, dia di ajak oleh X Pj ketua KNPI “Saudara, Nanto dan Andre Luturmas” dengan menyampaikan bahwa hadir bersama hanya untuk melakukan rapat bersama Inpex, sehingga yang bersangkutan dan rekan lainnya ikut ke dalam ruangan tersebut tanpa tau akan ada Konferensi Pres tentang apa dan tanpa ada Dokumen Resmi satupun karena posisi yang bersangkutan dan rekan sudah berada di dalam ruangan sehingga kami tidak bisa keluar dari ruang conferensi pers, selain itu Obet juga menjelaskan bahwa mereka mengajak dan menjebak kita.
PJ KNPI Kab. Kepulauan Tanimbar Mengutuk Keras Tindakan Oknom-oknum yang mengatasnamakan KNPI Kab. Kepulauan Tanimbar.
Meluruskan “Perjuangan ini adalah suara hati anak-anak Tanimbar, bukan pesanan siapa pun. Kami berdiri di atas nilai kebenaran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat dengan menghindari masyarakat untuk terbentur dengan dampak yang akan terjadi dikemudian hari,”
Kami berharap publik serta masyarakat tanimbar tidak terprovokasi oleh isu yang menyesatkan, dan tetap melihat aksi 3 November 2025 ini sebagai bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap masa depan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tanimbar. Mengingat aksi sebelumnya yang telah di laksanakan di kabupaten tanimbar dan melanjutkan ke ibu kota negara saat ini demi hak hak yang seharusnya menjadi milik masyarakat Tanimbar.(**)





