
Jakarta- Terkait peristiwa penyerangan yang terjadi antara ke dua desa yang mengakibatkan sala satu warga desa Meyano Das, Silfester Kelbulan menjadi korban pembacokan oleh 3 orang warga desa Kilmasa kecamatan Kormomolin dan telah di laporkan secara resmi ke Polsek Kormomolin bukti Laporan tertanggal 25 /03/2026/ STPL/06/III/2026/SPKT/POLSEK KORMOMOLIN/ POLRESKT/POLDA MALUKU. hingga kini laporan penganiayaan serta pengeroyokan secara bersamaan dengan menggunakan Sajam tersebut hingga kini di abaikan begitu saja hingga membuat suasana makin memanas yang kemarin baru saja terjadi antara ke dua desa sehingga mengakibatkan mediasi yang di fasilitasi oleh pihak kecamatan mengalami hambatan.
Ketidakpuasan ini membuat toko pemuda asal desa Meyano Das Alfin Fatlolon dan Gilang Kelyombar angkat bicara. Ke dua tokoh muda asal desa Meyano Das saat di temui di sela sela kesibukannya menyampaika”, Kami meminta kepada Kapolres KKT dan Kapolda Maluku agar secepatnya mencopot jabatqn Kapolsek Kormomolin IPDA I GEDE HENDRA B.HARIMBAWA, karena di duga tidak profesional dalam menangani kasus dugaan penganiayaan serta kekerasan bersama yang mengakibatkan jatuhnya korban serta tidak profesionalnya dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolsek Kormomolin hingga mengakibatkan konflik antar ke dua desa menjadi panjang hingga saat ini.
Bagaimana tidak, sudah seharusnya Kapolsek Kormomolin jika tau dan paham terhadap aturan serta memahami tugasnya maka seharusnya laporan dari korban penganiayaan dari saudara kami di tanggapi dan di tindaklanjutin sehingga masalah saat ini tidak berkepanjangan dan tidak menimbulkan korban di ke dua belapihak.
Begitupun dengan Kepala Desa Kilmasa saat ini harus di evaluasi dan secepatnya di panggil dan di lakukan pemeriksaan, karena masalah yang terjadi antara ke dua desa ini sala satu penyebabnya adalah ulah Kepala desa Kilmasa yang hobinya dan kerjanya hanya bisa mabuk mabukan tiap saat serta kalau kepala desa Kilmasa tidak mabuk malam itu dan tidak menampar Korban hingga babak belur kemungkinan peristiwa ini tidak berkepanjangan, Tegas Alfin Kepada media ini.
Lanjut Alfin Fatlolon, Bupati KKT harus secepatnya memanggil dan segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Kilmasa, Yanto Lartutul, dan secepatnya menyerahkannya kepada pihak yang berwajib untuk memeriksa serta menahannya, karena di duga kuat, ulah dari Kades Kilmasa yang saat itu dalam kondisi Di kuasai oleh Alkohol mengakibatkan Kades Kilmasa Yanto Lartutul menampar Korban bertubi tubi mengakibatkan korban tidak menerima, sehingga mengakibatkan masalah antara ke dua desa ini makin memanas dan makin memanjang urusannya. Untuk itu Menurut Alfin Fatlolon, terkait kasus yang saat ini sedang terjadi antara ke dua desa, Alfin meminta kepada Bupati KKT, dan Kapolres Kepulauan Tanimbar agar dapat mendudukan kasus yang terjadi saat ini tidak hanya sebatas penyelesaian secara adat tetapi pihak pihak yang di duga telah terlibat yaitu sesuai fakta saat ini adalah Kepala desa Kilmasa yang juga merupakan sala satu tersangka dalam pemukulan korban yang terjadi pada malam itu di desa Meyano Das harus di proses hukum sesuai SOP yang berlaku.
Hal senada juga di sampaikan dengan tegas oleh Gilang Kelyombar, menurutnya, Kapolsek Kormomolin harus di copot dari jabatannya saat ini, bagaimana tidak, laporan dari korban sampai saat ini tidak di respon maupun tidak di tanggapi serta tidak di tindaklanjutin, padahal harusnya laporan dari korban Silfester Kelbulan semenjak bulan Maret sudah seharusnya di tindaklanjutin si polres karena jika sesuai aturan saat ini Maka kasus yang menimpah korban harusnya di proses di tingkat Polres Tapi faktanya akibat kelalaian dan keacuhacuhan dari Kapolsek sendiri mengakibatkan kasus yang menimpah korban terbengkalai hingga saat ini dan para pelaku yang melakukan pembacokan dan penganiayaan bersama terhadap korban di duga kuat telah melarikan diri ke Weda Maluku Utara.
Gilang juga meminta kepada Bupati KKT serta Kapolres Kepulauan Tanimbar agar segera memanggil dan sesegera mungkin melakukan pemeriksaan serta evaluasi kepada Kepala Desa Kilmasa Yanto Lartutul, Karena di duga kuat Yanto Lartutul Merupakan Otak Biang Kerok yang mengakibatkan pertikaiyan antara kedua kampung saat ini berkepanjangan, jika dalam waktu dekat Kepala desa Kilmasa tidak di panggil dan di proses hukum maka saya sendiri sudah siap pasang badan untuk pimpin masyarakat Meyano Das untuk tidak ada yang adanya perdamaian sebelum kepala desa Kilmasa di copot dari jabatannya, karena kepala desa Kilmasa sesuai fakta lapangan akibat ulah beliau yang setiap saat hobinya mabuk mabukan mengakibatkan peristiwa penganiayaan terhadap korban Silfester Kelbulan terjadi hingga memicu kemarahan dari masing masing desa memuncak.
Masyarakat di kecamatan Kormomolin sangat kenal siapa itu dan bagaimana sifat dan karakter dari seorang kepala desa Kilmasa yang hobinya setiap saat hanya bisa mabuk mabukan bukan saja pada saat jam kerja tapi mungkin ini sudah merupakan makanan setiap hari dari sang kades yang bisanya menghabiskan waktu hanya dengan cara mabuk mabukan.
Menurut Gilang secara pribadi sangat mengenal siapa itu kepala desa Kilmasa, malah sering kali sang kepala desa sudah di tegur akibat karakter kades yang setiap saat hanya bisa mabuk mabukan. Akibat karakter sang kepala desa yang sering mabuk mabukan seperti inilah yang mengakibatkan bukan saja pertikaiyan dengan desa Meyano Das tetapi di duga ulah kades yang sering mabuk mabukan mengakibatkan pertikaiyan antara desa Kilmasa dan Desa Lumasebu kemarin sempat terjadi dan terjadi berulangkali, ini juga akibat sifat Kepala Desa Kilmasa yang tidak menempatkan dirinya sebagai pimpinan desa.
Untuk dengan tegas atasnama Pemuda Desa Meyano Das, Kami meminta Bupati dan Kapolres KKT secepatnya memanggil Kepala desa untuk di periksa serta di proses hukum dan secepatnya di copot dari jabatannya sebagai Kades, Jika permintaan kami tidak di respon maka saya pastikan tidak akan ada yang namanya perdamaian antara kedua kampung ini. Jangan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. (**)










