
Jakarta- Maluku saat ini di hebohkan dengan keterlibatan bupati KKT Ricky Jauwerissa dalam skandal besar yang di dalamnya turut terlibat beberapa pejabat di Pemda KKT sala satunya adalah Kepala Dinas Ampi Yaolat dia juga merupakan sala satu pejabat di lingkup Pemda KKT yang sangat dekat dengan Bupati Saat ini, maupun pamannya yaitu bos Agustinus Theodorus, yang biasa di sapa dengan sebutan Bos AT
Bagaimana tidak, dengan sebuah interfensi yang di miliki oleh seorang Bupati Ricky Jauwerissa dengan memerintahkan seorang kepala dinas yang juga anakbuahnya yang selama ini di percayakan untuk mengurus setiap proyek yang hendak di tender di Tanimbar, untuk melakukan pencairan dana sebesar 15 Miliar, dan tidak tanggung tanggung, dari sekian dana yang di cairkan Bupati Ricky Jauwerissa dengan kekuatannya dia memerintahkan kepada Ampy Jaolat untuk segera memproses dana tersebut untuk di kirimkan ke rekening pribadi milik pamannya yaitu Agustinus Theodorus, seakan akan semua dana yang ada di kasda tersebut milik pribadi Ricky Jauwerissa atau seakan akan semua dana yang ada di Kas Daerah itu milik simpanan Agustinus Theodorus jadi bisa dengan bebasnya seorang Bupati Ricky Jauwerissa memerintahkan untuk orang kepercayaannya agar bisa mencairkan dana tersebut serta di pindahkan ke rekening pribadi milik Bos AT.
Bupati yang pernah Firal mengeluarkan Stetmen nya di sala satu media dan dengan lantangnya beliau membandingkan hartanya dengan Petrus Fatlolon saat ini dan harta milik Bupati Ricky Jauwerissa mengclaime bahwa harta dia lebih banyak dari pada Petrus Fatlolon, padahal yang bersangkutan saat mengeluarkan Stetmen tersebut, kepemimpinannya saat itu baru berjalan satu tahun.
Gilang Kelyombar orang yang sangat getol meneriaki ketidakadilan yang selama ini terjadi di tanimbar dalam pernyataannya kepada media ini menyampaikan bahwa, kita pantas memberikan apresiasi kepada para penegak hukum kita yang ada di Maluku saat ini, kenapa demikian? Jawabannya sangat sederhana yaitu, Hukum hanya berlaku bagi kita masyarakat yang tidak punya jabatan dan uang. Tidak bagi mereka yang bisa membeli hukum di negara ini dengan jabatan serta uang rakyat yang mereka rampok Dengan jabatan kekuasaan yang menempel pada diri mereka.
Fakta telah membuktikan bahwa kasus penyalahgunaan jabatan yang di lakukan oleh Bupati Ricky Jauwerissa untuk merampok APBD KKT tanpa melalui mekanisme, dan lebih fatalnya adalah Ricky Jauwerissa dengan kewenangan serta jabatan Bupatinya tersebut berhasil memerintahkan anak buahnya Ampi Jaolath agar memindahkan semua keuangan tersebut agar di transfer langsung ke rekening Sang Bos AT yang merupakan Pamannya.
Sudah sangat jelas bahwa Ricky Jauwerissa berjuang selama ini agar bisa lolos sebagai seorang Bupati itu semata mata hanya ingin membalas dendam serta dengan jabatannya beliau bisa menyelesaikan masalah UP3 milik AT dan saat ini hal tersebut telah di buktikan ya, tegas Gilang Kepada Media ini.
Jadi kalau mau demo atau kita kalau mau lapor seorang Bupati Ricky Jauwerissa atau Bos AT kita harus tanya dulu kita ini ada uang berapa karung dan apakah kita punya bekengan yang kuat atau tidak, baik di Polda, maupun di pihak kejaksaan atau lembaga hukum lainnya yang ada di negara ini. Karna kalau hanya bermodalkan data saja dan tidak ada uang atau koneksi maka jangan kita bermimpi, di pastikan Semua laporan yang kita masukan ke Pihak APH pasti di buang ke Tong sampah.
Menurut Gilang Kelyombar, kalau kita ingin melawan Kedua Orang tersebut serta kroninya maka sebaiknya hal ini kita tanyakan saja buat Para penegak hukum di negara ini terutama di Maluku dan tanimbar. Bagaimana dia Bupati masyarakat Tanimbar bisa mengclaime dirinya adalah Bupati yang visioner kalau dia sendiri bisa bebas seenaknya memakai jabatannya sebagai Bupati merampok uang rakyat Tanimbar hanya untuk memperkaya dirinya serta kroni kroninya. Ini adalah sebuah Fakta yang sudah terjadi. Tetapi lagi lagi hukum di negara ini matanya sudah di butahkan oleh ketamakan serta haus akan kekayaan.
Di takutkan Bupati seperti ini nantinya kemumungkinan yang ada di otaknya nanti setelah masuknya proyek Block Masela nantinya Maka Yang akan menjadi incaran kita ini bisa jadi beliau akan berupaya dengan segala cara untuk bagaimana beliau membuat lumbung lumbung sakunya di penuhi dengan Uang Mera Mera.
Maka di pastikan rakyat Tanimbar akan tetap melarat dan melarat akibat kepemimpinan yang rakus akan harta dan kekuasaan. Jika mata hukum di negara sudah buta melihat seorang Bupati bisa dengan bebasnya memakai jabatannya untuk memperkaya dirinya maka jangan salahkan masyarakat kalau tiap saat meneriaki Bupati nya raja korup.
Karena hal ini Gilang Kelyombar Berharap Pihak APH terutama Pihak KPK, Kejati Maluku, Kapolda Maluku, Kejagung, serta Kapolri, agar sesegera mungkin turun tangan langsung untuk menangani masalah ini, jangan sampai karna ulah Bupati KKT dan Pamannya Proyek raksasa yang saat ini menjadi pusat perhatian bisa terganggu prospek pembangunannya akibat ulah Para penguasa ini.(**)










