KILON, PANTAU HUKUM.COM Pemerintah Desa Kilon, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program bantuan akhir studi bagi mahasiswa asal desa setempat.
Program unggulan yang digagas Kepala Desa Kilon, LA. Anto Rumasera, tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) dan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun, tanpa membatasi program hanya pada satu periode tertentu. Bantuan ini diberikan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan memasuki tahapan akhir menuju prosesi wisuda.
Melalui program tersebut, setiap mahasiswa yang memenuhi ketentuan program mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta per orang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa maupun orang tua dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang wisuda serta menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap keberhasilan pendidikan generasi muda.
Kepala Desa Kilon, LA. Anto Rumasera, telah menjalankan program bantuan akhir studi tersebut sejak 2015, pada awal periode kepemimpinannya sebagai kepala desa. Hingga 2026, program ini disebut telah membantu sekitar 30 hingga 40 mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1).
Keberlanjutan program ini menjadi salah satu wujud perhatian pemerintah desa terhadap sektor pendidikan, sekaligus langkah strategis dalam mendorong lahirnya generasi muda yang berpendidikan tinggi dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi pembangunan desa.
Memasuki tahun 2027, pemerintah Desa Kilon kembali menyiapkan bantuan bagi sekitar 11 mahasiswa asal Desa Kilon yang diproyeksikan akan mengakhiri masa studi dan mengikuti prosesi wisuda. Alokasi bantuan bagi para mahasiswa tersebut telah dipersiapkan melalui Dana Desa (DD) Desa Kilon.
Sebagai bagian dari implementasi program tahun 2026, salah satu wisudawan asal Desa Kilon yang mewakili Pemerintah Desa Kilon, melalui operator desa, Tamin Kilibia, menyerahkan bantuan tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada orang tua/wali mahasiswa, Lasimang Tumia, di kediamannya.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi gambaran nyata pelaksanaan program pemerintah desa yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga mahasiswa yang tengah mempersiapkan anaknya menuju prosesi wisuda.
Kepala Desa Kilon, LA. Anto Rumasera, menegaskan bahwa program bantuan akhir studi merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan generasi muda.
“Program bantuan akhir studi ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Desa Kilon terhadap anak-anak kita yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua dan mahasiswa dalam mempersiapkan prosesi wisuda, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya agar terus bersemangat menempuh pendidikan hingga meraih gelar sarjana,” ungkapnya.
Ia juga berharap para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dapat kembali memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, baik melalui pengabdian, pemikiran, maupun keterlibatan dalam pembangunan Desa Kilon ke depan.
Program bantuan akhir studi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Kilon. Warga menilai kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian yang nyata terhadap mahasiswa dan keluarga, terutama ketika menghadapi kebutuhan menjelang prosesi wisuda.
Bagi masyarakat, bantuan sebesar Rp5 juta per mahasiswa bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan mahasiswa dan orang tua yang telah berkorban demi keberhasilan pendidikan anak-anak mereka.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar program pendidikan yang telah berjalan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Keberlanjutan program bantuan akhir studi Pemerintah Desa Kilon di bawah kepemimpinan LA. Anto Rumasera memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada investasi sumber daya manusia.
Dengan semakin banyaknya generasi muda Desa Kilon yang berhasil menyandang gelar sarjana, diharapkan lahir sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu mengambil bagian dalam membangun masa depan desa yang lebih maju.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dan ketika pemerintah desa hadir mendukung perjuangan mahasiswa hingga garis akhir, di situlah pembangunan manusia menemukan makna sesungguhnya.
(Randy Fenan)







